TAHUN 2010, sepertinya akan menjadi tahun yang menggembirakan bagi para pelaku bisnis perangkat teknologi informasi (TI) dan komputer. Pasalnya, tahun ini permintaan produk tersebut akan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal itu disampaikan Lukas Lukmana, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Apkomindo Jateng. Menurutnya, kondisi pasar TI dan komputer di Indonesia tersebut bisa di lihat dari pemaparan Firma Riset International Data Corporation (IDC).
Hasil riset IDC menunjukkan bahwa 2010 industri TI dan komputer tetap mengalami peningkatan positif. Hal itu didukung beberapa key drivers yang mendorong kondisi pasar TI nasional. Faktor pendorong itu, antara lain pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, pemerintahan sekarang sepertinya lebih memfokuskan diri pada sumberdaya TI untuk membantu tingkat produktivitas nasional, khususnya untuk bidang perbankan, pemerintahan dan pendidikan.
Terus Berlanjut
Tidak hanya itu, pemerintah juga lebih fokus terhadap services oriented dengan mendayagunakan sumber daya TI, sehingga mendorong domestic consumer spending untuk produk-produk TI.
Terutama dengan beberapa mega proyek TI seperti Universal Service Obligation (USO), Desa Pintar, Desa Berdering, dan beberapa inisiatif seperti National Single WIndows dan e-Government.
Faktor lain adalah ekspansi yang dilakukan oleh para stakeholders TI di Indonesia, seperti operator telekomunikasi, internet service providers, dan lainnya.
Pertumbuhan pasar perangkat TI dan komputer tersebut, sebenarnya sudah terlihat sejak 2009, di mana baik dari sisi hardware, software, dan services mengalami peningkatan yang positif, meski kondisi ekonomi dunia yang sedang melambat akibat dari dampak krisis global. Dan itu akan terus berlanjut hingga tahun ini.
Overall market IT berdasarkan riset IDC tentang IT spending (software, hardware, dan services) untuk Indonesia tahun 2009 nilainya mencapai 7,5 miliar dolar. Artinya belanja TI mengalami pertumbuhan positif sebesar 5.5% dibanding 2008 dan diprediksi akan mengalami pertumbuhan sebesar 8.1% untuk 2010 nanti.
Untuk hardware, tingkat pertumbuhan pada 2009 sebesar 5.2% dibanding 2008 dan diprediksi akan tumbuh sebesar 7.1% untuk 2010. ”Sementara untuk software, tingkat pertumbuhan di 2009 yang minus 1.4% dibanding 2008, diprediksi akan tumbuh sebesar 3.0% pada 2010.”
Nilai transaksinya dari masing-masing komponen hardware pada 2009 diperkirakan mencapai 6.7 miliar dolar, sementara untuk software pada 2009 diperkirakan sebesar 285 juta dolar.
Untuk service IDC melihat bahwa tingkat pertumbuhan sebesar 15,8 persen pada 2009 dibandingkan 2008 dengan total konsumsi sebesar 439 juta dolar. Sedangkan 2010 diperkirakan naik 26.5%.
Melemahnya USD secara tidak langsung akan berpengaruh, karena pasar diuntungkan dalam rangka melakukan penyusunan anggaran dan budgeting untuk IT spending mereka untuk 2010.
Tetapi secara umum biasanya pasar telah mengantisipasi dampak currency ini dengan melakukan forecast secara matang, disertai pembelian kebutuhan TI biasanya dilakukan secara terencana dan dalam periode tertentu secara berkala.
Untuk tren bisnis TI sendiri, tahun depan akan lebih mengarah kepada managed services atau outsourcing, baik untuk hardware, software, dan services itu sendiri. Di mana isu utamanya adalah bagaimana mengubah capital expenditure (capex) menjadi operational expenditure (opex) bagi perusahaan di Indonesia. (B4,sdy,lw-59)
Suara Merdeka, 6 Januari 2010















